CERITA KIASAN SEMATA TUK MENGHALUSKAN
Satu hari seorang laki-laki berjalan kaki menuju pasar, “Aku akan menjual kambing ini, mudah-mudahan harganya bagus”. Maka dituntunlah kambingnya menuju pasar. Di perjalanan, ada seseorang yang bertanya, “Wah ini anjingnya jantan apa betina? Lucu sekali.” Si laki-laki tadi keheranan dan berkata dalam hatinya, “Gila tuh orang, masa kambing dibilang anjing.”
Berjalanlah lagi si laki-laki tersebut, dan setiap bertemu dengan orang lain, orang tersebut selalu berkata: anjingnya bagus, anjingnya lucu, anjingnya mau dibawa kemana, dll. Si laki-laki ini mulai ragu, apa betul yang dibawanya kambing? Kok semua orang berkata ini adalah anjing? Kalau pada awalnya laki-laki ini menganggap orang lain gila, sekarang mulai ragu, jangan-jangan dia sendiri yang gila.
-==+==-
Mungkin anda sering mendengar, “Kalau bertindak, gunakan akal sehat.”
Nah, sekarang batasan akal sehat itu apa? Saya sendiri belum tahu
seperti apa akal sehat tersebut. Bukan apa-apa, kalau menggunakan akal
sehat yang dianut orang pada umumnya, apakah Wright Bersaudara
menggunakan akal sehat atau bukan sewaktu melakukan percobaan pesawat
terbangnya? Ketika Thomas Alva Edison melakukan ujicoba menemukan bahan
yang tepat untuk lampunya sampai-sampai laboratoriumnya beberapa kali
terbakar, apakah akal sehat atau bukan yang dia gunakan? Saya lagi berusaha keras nih mengingat-ingat lagi pelajaran sewaktu SMP/SMA tentang keluarnya sebuah hukum (apa teori ya?) Sewaktu pelajaran IPA/Fisika nih kalau tidak salah. Intinya adalah, kalau kita punya suatu postulat (bener tidak ya postulat = unproven statements?) maka kita bisa melakukan hipotesis atas postulat tersebut, lalu diujicoba, maka akan keluar nanti kesimpulannya menjadi sebuah teori/hukum. Kawan-kawan yang masih ingat proses ini silakan untuk mengoreksi kalau saya salah
Saya sempat berbicara dengan salah satu pakar Feng Shui, dia berkata bahwa Feng Shui bukanlah ilmu magis ala paranormal. Pada dasarnya Feng Shui dibuat berdasarkan satu kejadian yang berulang-ulang terjadi di Cina sana pada jaman dulu. Meskipun tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, tetapi kalau kejadian tersebut terjadi terus menerus, maka bolehlah dimasukan jadi teori dalam Feng Shui. Anyway, definisi ilmiah itu sendiri apa ya..?
Sekarang ini kita semua lagi ribut-ribut soal Blue Energy, energi alternatif lain selain bahan bakar fosil, lalu biofuel, dll. Sebagian di antara para ilmuwan dan “komentator” selalu mempertanyakan bagaimana bisa air menjadi bahan bakar, karena akan melanggar hukum termodinamika, hukum kekekalan energi, dan seabrek hukum lainnya. Saya sendiri kalau saat ini, belum yakin kalau air bisa begitu saja dimasukan ke dalam kendaraan tanpa perlu ada proses lainnya apakah itu dielektrolisis atau pakai katalisator. Tetapi, bukan tidak mungkin pada saatnya nanti ditemukan teknologi yang memang bisa demikian.
Mungkin orang berpendapat, wah ini hal yang tidak mungkin, karena melawan hukum kekekalan energi, dll. Pertanyaannya, yang mengeluarkan statement hukum kekekalan energi itu siapa? Bisakah dijelaskan bagaimana teorinya Rasul bisa melakukan Isra Miraz? Bisakah dijelaskan mengapa seorang ibu bisa berlari sangat kencang demi menyelamatkan anaknya yang jatuh dari lantai atas sebuah gedung? Bisakah dijelaskan secara ilmiah bagaimana seorang ibu dapat mengangkat mobil untuk menyelamatkan anaknya yang tertindih mobil tersebut? Mengherankan, setelah kejadian itu, ketika diulang dikemudian hari, ibu tersebut sama sekali tidak bisa mengangkat mobil yang sama. (*beberapa cerita ini didapat dari buku Chicken Soup for The Soul).
Sebuah postulat, teori atau apa pun namanya, bisa jadi hanya berlaku di jamannya saja. Kita tentu sudah tidak asing lagi sejarah soal bumi ini berbentuk datar. Dulu iya semua orang mengiyakan bumi ini datar, sampai suatu ketika ada satu orang yang “tidak menggunakan akal sehatnya” mencoba melakukan perjalanan dan membuktikan bahwa bumi ini tidak datar, tetapi bulat.
Jadi saya juga bingung nih, akal sehat itu yang seperti apa? Ilmiah itu apa?
Yang jadi pemikiran saya adalah, mengapa orang pada umumnya (termasuk saya) gampang sekali mematahkan sebuah percobaan/teori yang dilontarkan oleh orang lain? Kalau nyeleneh, tidak umum, sudah pasti bakalan segera mendapat kritikan, kecaman dan cemoohan. Tetapi, sekali lagi tetapi, kita tidak pernah berbuat apapun layaknya si orang gila tersebut. Sebagai contoh, kita mengkritik penemuan Blue Energy, tetapi diri kita sendiri apakah pernah memikirkan mencari solusi energi alternatif lain? Melakukan percobaan-percobaan untuk menemukannya?
Saya sendiri sampai saat ini masih meragukan itu Blue Energinya Mr. Joko, yang sayangnya Mr. Joko selalu berlindung dibalik kata “ini rahasia”, takut ditiru dan lain-lain. Padahal ilmu ini kalau dibuktikan bersama-sama ini akan menjadi solusi lain dalam hal memenuhi kebutuhan energi. Saya pribadi masih bertanya-tanya, apa betul Mr. Joko ini telah menemukan energi alternatif dari air? Tetapi, satu hal, saya sendiri menghargai sepak terjang Mr. Joko ini, karena dia sedang berusaha untuk menemukan energi alternatif. Yang saya hargai adalah dalam hal BERTINDAK.
Akibat dari sepak terjang Mr. Joko ini, semua ilmuwan jadi terbuka matanya, lalu mencoba menganalisis, dan segala macam reaksi lainnya. Bukankah ini bagus buat perkembangan ilmu pengetahuan. Ilmuwan jadi tertantang untuk membuktikan bahwa penemuan Mr. Joko ini apakah benar atau tidak. Nah, bukankah dari ujicoba itu kita akan mengeluarkan suatu kesimpulan? Siapa tahu memang ternyata betul-betul air bisa jadi bahan bakar. Siapa tahu ternyata katalisnya terdapat di Indonesia dan murah, misalnya tanaman alang-alang, atau tahi kerbau/sapi, hehehehe
Saya sangat kagum dengan reaksi para pakar dan “komentator” yang menyebutkan bahwa Blue Energy Mr. Joko masih belum bisa menjadi alternatif sumber energi yang murah atau lebih murah dari bahan bakar fosil. Ini penting untuk menjaga supaya kita tidak ditipu oleh teori-teori dagelan. Tetapi saya juga kagum kepada Mr. Joko Suprapto, karena dia BERTINDAK, ACTION, he do something, dan ini yang membuat saya lebih respect kepada Mr. Joko daripada kepada para “komentator”. Bisanya cuma memberikan komentar, tapi do nothing untuk mencari solusi energi lain
follow saya di darta join twiter atau darta sipayung join fb terimakasih telah berkunjung GBU